Pages - Menu

Tampilkan postingan dengan label tik tok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tik tok. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Juni 2021

Konten Tik Tok yang perlu dilewatkan atau tidak penting atau tidak mengetahui pun tidak apa-apa.

 Tidak semua konten tik tok perlu anda cermati atau anda tonton. Berikut adalah konten perlu dilewatkan atau tidak penting atau yang tidak mengetahui pun tidak apa-apa.

1. Konten yang berpart-part (kecuali tiap part berbeda topik). Atau konten yang sudah menyebutkan itu adalah part 1. Kalau anda sudah menonton part 1 dan kreatornya bilang diteruskan ke part 2 maka anda tidak perlu penasaran dengan mencarinya karena percayalah ga seberapa penting untuk dilanjutkan. Kalau anda cukup beruntung maka part lanjutan akan muncul dengan sendirinya.

2. Konten yang menyuruh anda untuk mikir sendiri dengan menyajikan suatu gambar atau video tetapi tidak diberi tanda atau keterangan. Biasanya diberikan narasi atau pengantar seperti "Apakah anda melihatnya?"

3. Konten yang mengaku kalau dia datang dari masa depan. Atau berbau spekulasi-spekulasi.

Kenapa saya menjabarkan hal ini semata-mata guna membantu anda menghemat kuota dan supaya waktu anda tidak terbuang percuma. Percayalah bahwa konten-konten tipe yang disebutkan di atas tidak semenarik dan semenghibur itu karena kalaupun anda tidak tahupun yang tidak apa-apa. Kalaupun anda tetap menelusurinya ya tidak apa-apa juga.


Sabtu, 22 Mei 2021

Tik Tok: Bentuk Aplikasi Media Sosial Baru Yang Berbeda Mekanisme Tetapi Konten Isi Yang Sama.

Tik Tok bagi saya adalah bentuk aplikasi media sosial baru yang berbeda mekanisme tetapi konten isi yang sama. Saya bisa memberikan kesimpulan awal seperti itu karena setelah menjelajahi fyp tik tok maka saya mendapati sebagian besar konten adalah bentuk daur ulang informasi yang umumnya berada di dunia maya jauh sebelum tik tok hadir.

Konten tersebut bisa ditemui sebelumnya di media sosial pendahulunya seperti Youtube dan lain-lain. Konten tersebut dikemas dengan narasi baru ataupun bisa jadi sekedar menghadirkan rangkuman atau intisari berbagai konten.

Karena tik tok ini dihadirkan dengan mekanisme fyp atau algoritma random tik tok yang menyebarkan konten ke pengguna maka ada baiknya jika konten-konten tersebut lebih bersifat pelestarian budaya. Setidaknya masih ada peluang dilihat orang dan jika dikemas dengan menarik maka yakinlah bisa menjadi tersebar atau bahkan viral.

Satu hal yang saya yakini ialah tik tok adalah memanfaatkan orang yang senang scroll atau swipe up layar smartphone dan hal ini dibawa atau dipopulerkan oleh pendahulunya hanya saja lebih dipermudah dan sangat random.