Pages - Menu

Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juli 2014

Persaingan kuliner Bandung

Persaingan kuliner bandung yang meliputi restoran, warung makan, cafe, dll. pada saat ini sangatlah ketat dan brutal akan ide terutama dari segi cita rasa. Maksud brutal ini adalah berbagai macam kreasi masakan atau makanan dan minuman sangat variatif walaupun memang ide orisinil dari resep masakan terbaru sepertinya masih jarang.

Seperti misalnya nasi goreng yang mendapatkan tingkatan kepedasan dan pemakaian berbagai macam bumbu yang tidak merusak cita rasa nasi goreng. Atau juga seperti topping-topping pada makanan cetakan semisal martabak dengan variasi topping yang beragam padahal intinya cukup sama yaitu coklat keju dan lain-lain tetapi berbeda sajian atau kemasannya misal menggunakan batangan coklat yang sebenarnya dijual komersil.

Begitupun mie instan yang dimodifikasi dari yang sama persis seperti bungkus serta paduan dengan bahan-bahan yang sudah dikenal sebelumnya. Demikian juga dengan makanan umum lainnya seperti roti bakar, surabi, mie bakso yang sudah sangat banyak variasinya dan lain-lain (seblak yang terkenal sekarang pun demikian).

Demikian juga di bagian pastry (kue-kuean) dan roti serta cemilan-cemilan dengan ide-ide relatif sama seperti diatas (kombinasi produk jadi dan kue atau roti yang sudah umum..

Selain dari segi cita rasa mungkin konsep fisik atau tempat makan/restoran atau warung juga masih menjadi salah satu cara penyajian yang merupakan konsep marketing yang diusahakan dengan baik dan kreatif.
Waktu atau jam buka restoran juga mulai bervariasi dan tanpa disadari merupakan cara diferensiasi atau pembeda bagi suatu tempat makan.
Dan ada juga yang menggunakan kerja sama antar vendor dengan semakin banyaknya promo diskon atau beli sekian dapat sekian.


Minggu, 02 Maret 2014

Sebuah prinsip sederhana dari sang Walikota

Hari itu ada peresmian Taman Musik Bandung di Jl. Belitung Bandung. Berbagai macam musisi bandung turut memeriahkan pembukaan sebuah sarana yang memfasilitasi insan musik bandung untuk berkarya. Sebuah ide atau terobosan yang bagus dari Bapak Walikota Bandung Bpk. Ridwan Kamil. Kalau berita tentang pak Ridwan Kamil sebagai tokoh pembaharu yang ingin mewujudkan Bandung Juara tentunya sudah banyak diberitakan. Jadi tidak aneh beliau menciptakan sesuatu yang segar bagi kota bandung salah satunya taman musik ini.

Ada hal menarik di Taman Musik Bandung. Salah satunya ini:
sumber: @aerzeta

Tulisan "Jauhi narkoba, dekati Melody JKT48" memang pernah diungkapkan dalam akun twitter pak walikota @ridwankamil.
Pertanyaanya adalah kenapa konteks kalimat ini terkesan sangat tidak formal dan seperti penuh candaan dan sederhana?

Jawabannya ada dalam diri atau prinsip dari beliau sang walikota. Kang Emil (sapaan akrab untuk pak walikota Bpk. Ridwan Kamil). Pernah suatu ketika ada yang mengkritik beliau melalui akun twitter mengapa memberi nama Taman Jomblo untuk sebuah taman di kota bandung. Karena menurut sang pengkritik penggunaan kata itu lebih menyiratkan suatu semacam sindiran atau yang tersisihkan. Kemudian pak walikota menjawab bahwa ide itu muncul justru dari keinginan untuk membuat semua bahagia tidak ada niatan untuk mendiskriditkan sesuatu hal, lebih kepada hal yang unik dan membuat tersenyum (fun and happy). Dan beliau juga menyiratkan bahwa terlampau serius kalau hanya kata Jomblo dianggap ingin menyindir atau bermakana negatif. Sebuah prinsip yang sederhana bukan?

Demikian juga dengan tanda pajangan atau hiasan di Taman Musik Bandung yang terdapat dalam foto di atas. Bagi saya setelah melihat penuturan kang Emil menjawab kritikan tentang Taman Jomblo maka tulisan itu bisa saya cerna secara sederhana. Mungkin bukan seorang Melody JKT48 yang menjadi fokus utama tetapi sesuatu hal yang positif yang dapat diambil. Jadi bagi saya tulisan itu menjadi "Jauhilah narkoba, dan dekati apa yang menjadi kesenangan anda yang positif". Dan ingat jangan terlamapu serius terhadap apa yang seharusnya tidak serius. Hidup sudah cukup sulit jadi jangan mempersulit diri lagi. Have a nice day :)!


Senin, 03 Juni 2013

Sentra Industri Jeans Kota Bandung Yang Hilang

Siapa yang tidak tahu Jalan Cihampelas Kota Bandung Jawa Barat. Salah satu tempat kunjungan wisatawan yang berkunjung ke kota Bandung. Dulu jalan Cihampelas terkenal dengan pusat penjualan jeans kota Bandung. Merek-merek lokal yang dijual di toko-toko sepanjang jalan Cihampelas adalah tentang kualitas dan kebanggaan. Levi's dan Lea pun bisa dikatakan sejajar dengan merek-merek lokal ini.

Tapi apa yang terjadi sekarang? Dikenal hanya sebagai persinggahan  wisatawan domestik yang berkunjung ke Bandung. Konsep toko jeans berubah menjadi fashion outlet. Pedagang kaki lima merajalela. Sangat jauh berubah dari konsep yang awal diterapkan.

Mengapa penulis perlu menyikapi perubahan ini? Seperti yang telah dituliskan di atas bahwa ada kebanggaan tersendiri apabila produk dalam negeri mendapatkan tempat atau nama yang sejajar dengan produk luar negeri. Sentra penjualan seperti jalan Cihampelas yang dulu sebagai sentra penjualan jeans menunjukkan bahwa roda industri saat itu berjalan dengan baik. Industri kecil dan menengah yang sekarang sedang digadang-gadang untuk diminta bangkit. 

Kalau ditanya bahwa tren sentra bisnis sudah tidak berlaku sekarang dan industri pakaian atau jeans banyak digalakkan usahawan muda melalui distro-distro dan sudah ada distro yang terkenal hingga manca negara?
Saya tidak melihat demikian. Kebanggaan dan kualitas yang dulu dipunyai seharusnya bisa mendunia sekarang. Bagaimana mungkin produksi masal China mendominasi dengan merek dan kualitas yang tidak jelas? Dan kalaupun ada yang sudah terkenal seharusnya bukan hanya 1 atau 2 tapi keseluruhan industri tersebut.

Sayang sekali modal yang bagus sekarang sudah hilang. Semoga masih ada kesempatan di waktu dan tempat yang lain.